Sakit Anaknya Ditangani Cepat, Warga Puji Puskesmas Sepatan

SEPATAN – Ucapan terima-kasih berulangkali disampaikan Sardinek, orangtua Kahfizul Anam, penderita TB Usus dengan Malnutrisi yang sampai pekan ketiga Januari 2018 telah ditangani Puskesmas Sepatan dengan merujuk perawatannya ke RS Siloam.

Sardinek, warga Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, yang saat ini belum mempunyai pekerjaan, memang merasakan benar bantuan yang diberikan jajaran Puskesmas Sepatan sehingga anaknya bisa dirawat untuk pengobatannya.

Keterangan diperoleh, Kahfizul Anam yang menderita TB Usus dengan Malnutrisi hasil diagnosa dokter dari RSU Tangerang, sempat dirawat di RSUD Tangerang selama 3 pekan, mulai akhir Desember 2017 sampai pekan kedua Januari 2018.  

Disebabkan kondisinya mulai membaik, akhirnya dipulangkan untuk rawat-jalan di rumah. Tetapi kondisinya ternyata malah memburuk, sehingga akhirnya pengurus RT/RW di tempat tinggalnya melaporkan kondisi ini kepada petugas Puskesmas Sepatan. 

Senin 15 Januari, petugas yang mendapat laporan mendatangi rumah pasien. Rombongan petugas terdiri dokter umum, petugas gizi, dan bidan, datang didampingi pengurus RT/RW. Pasien pun diperiksaan dan diberi bantuan susu dan obat-obatan.

Esoknya dilakukan pemantauan kondisi pasien dengan melakukan kunjungan kembali, namun kondisi tak berubah baik. Rabu 17 Januari, tim puskesmas yang kembali melakukan kunjungan pemeriksaan pasien mendapatkan hal sama, sontak hari itu juga pasien langsung dibawa ke RS Siloam menggunakan Ambulance Puskesmas Sepatan untuk dirawat di RS itu.  

Keterangan diperoleh, sampai pekan ketiga Januari 2018 pasien masih mendapat perawatan di lantai 3 RS Silloam. “Saya bersyukur kepada Allah dan berterima-kasih kepada Puskesmas Sepatan yang tanggap…” papar Sardinek berkali-kali kepada petugas puskesmas yang menemuinya.

Diakui dirinya saat ini sedang menganggur setelah diberhentikan sebagai petugas satpam di perusahaannya, yang melakukan pengurangan pegawai. 

Kepala Puskesmas Sepatan, dr David Setiawan, menyatakan rasa optimisnya Kahfizul Anam kondisinya akan membaik karena telah mendapat perawatan terbaik. Langkah tanggap puskesmasnya sendiri, kata dia, itu sebagai wujud pelayanan kesehatan masyarakat yang memang dibebankan kepada pihaknya.

Terkait itu, dia berharap warga untuk selalu bersinergi dengan puskesmas agar mendapat layanan kesehatan terbaik dari puskesmas. “Bila ada warga yang sakit dan butuh pertolongan agar segera menyampaikannya kepada kami untuk penanganannya.”

Jangan menunggu sampai kondisi pasien parah terlebih dahulu, serupa kondisi Kahfizul Anam, baru melapor ke puskesmas. “Sebaiknya bila ada warga yang sakit langsung bawa ke puskesmas untuk diobati,” ajaknya.


Bagikan artikel ini