Layanan Kesehatan Jamkesda Tahun 2020 Tetap Berjalan Biasa

PELAYANAN kesehatan masyarakat dengan pemanfaatan Jamkesda Tahun 2020 tetap berjalan seperti biasanya. Layanan kesehatan gratis karena iuran BPJS-nya ditanggung pemerintah daerah saat ini memiliki jumlah peserta terdaftar berkisar 90.000 orang.

Sementara rencana penambahan 10.000 peserta jamkesda di tahun ini ditunda terlebih dahulu disebabkan adanya kenaikan 2 kali lipat premi BPJS untuk kelas 3 yang diperuntukan peserta jamkesda, yaitu dari Rp 23 ribu per bulan menjadi  Rp 45 ribu per  bulan.

“Anggaran yang ada untuk tahun ini belum bisa mencukupi untuk penambahan peserta tersebut,” kata Sri Lestari SKM MKM, Kepala Sub TU PJK Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Selasa (14/1/2020).

Dijelaskan untuk pelayanan jamkeda, pemerintah daerah menjalin kerja-sama layanan dengan rumah sakit pemerintah dan swasta, di antaranya RSUD Tangerang, RSUD Balaraja, RSUD Pakuhaji, RS Sitanala, RSU Cipto Mangun Kusumo, RSJ Grogol, serta beberapa RS lainnya.

Sebenarnya untuk pelayanan jamkesda, tahun ini anggaran yang tersedia sudah habis untuk bayar hutang ke rumah-rumah sakit, karena tahun lalu berhutang Rp 15 miliar ke RS-RS rujukan.

Sedangkan dana yang dianggarkan untukjamkesda tahun ini hanya Rp 11 miliar, berarti masih kekurangan Rp 4 miliar, yang terpaksa akan ditutupi dari anggaran perubahan.

Namun untuk pelayanan jamkesda, ungkap Sri Lestari SKM MKM, tidak akan mengganggu layanan kesehatan peserta. “Layanan kesehatan gratis bagi semua peserta tetap berjalan seperti biasa.”

Sementara masalah hutang-piutang akan menjadi urusan dinas kesehatan bersama pemerintah daerah dengan pihak rumah-rumah sakit., ucapnya.


Bagikan artikel ini