Puskesmas Suradita Suluh Cegah Covid-19 Setiap Hari Bagi Pengunjung Puskesmas

PETUGAS Puskesmas Suradita secara terus-menerus melakukan Penyuluhan dan Sosialisasi Cegah Covid-19 di setiap harinya kepada pasien dan pengunjung puskesmas yang dilaksanakan di ruang tunggu puskesmas.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap pukul 08.45-09.00 ini mendapat respon positif dari masyarakat karena pengetahuan tentang Cegah Virus Covid-19 sangat penting diketahui masyarakat, walaupun hampir di setiap pelosok wilayah, di tempat keramaian, di sekolah dan di balai desa, telah dipasang spanduk dan baliho Cegah Covid-19.

Aldi Tria Sandi SKM dan Aulia Anggraeni SKM adalah dua Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Suradita, yang secara terus-menerus memberikan penyuluhan tentang Cegah Covid-19.

Dipaparkan pula tentang perilaku di masa New Normal Covid-19, yaitu berupa kewajiban setiap orang untuk menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, menjaga etika batuk, memakai masker dengan baik dan rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Disampaikan pula tentang tanda dan gejala penularan Virus Covid-19.

Kepala Puskesmas Suradita, dr Zairin Rambe, kemarin, menyampaikan kegiatan ini sebagai salah-satu bentuk kepedulian puskesma terhadap kesehatan masyarakat, utamanya agar masyarakat terhindar dari penularan Virus Covid-19.

Sebab itu, petugas kesehatan tak akan bosan melakukan penyuluhan tentang Cegah Covid-19. "Mungkin masyarakat sudah mengetahui tentang Cegah Covid-19, tetapi kami ingin masyarakat bisa lebih paham dan pada akhirnya mau mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19."

Diharapkan pula dari himbauan yang disampaikan saat penyuluhan, masyarakat pun mau menjaga kesehatan tubuhnya dengan menjaga stamina tubuhnya, memakan makan bergizi seimbang, berolahraga di setiap harinya, menjaga jarak fisik saat bersosialisasi, dan bisa menahan diri untuk tidak berada di tempat-tempat keramaian.

"Bila ada gejala terpapar Virus Covid-19, diharapkan masyarakat segera datang berobat ke pelayanan kesehatan terdekat agar dapat lebih awal mendapatkan penanganannya," kata dr Zairin Rambe.


Bagikan artikel ini