Dinkes Gelar Workshop Penguatan Fokia dan MKIA

CURUG – Dinas Kesehaan Kabupaten Tangerang bekerja-sama Jhpiego/BPJS Kesehatan menggelar Workshop Penguatan Forum Kesehatan Ibu dan Anak (Fokia) dan Motivator Kesehatan Ibu dan Anak (MKIA) se-Kabupaten Tangerang.

Acara berlangsung di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (23/11/2017) diikuti para Pengurus Fokia 29 Kecamatan dan Pengurus MKIA dari 274 Desa 274 MKIA.

Materi yang disajikan di antaranya tentang Progres Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir serta Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Tangerang yang disampaikan dr Hj Indri dari Dinkes Kabupaten Tangerang.

Sementara materi Protap Pelibatan Masyarakat Dalam Persiapan Penanganan Kegawat Daruratan Maternal dan Neonatal disampaikan Arief Muhammad, Ketua Fokia Kabupaten Tangerang.

Dalam kegiatan inipun dilaksanakan penyamatan tanda pengenal dan pemakaian rompi bagi para peserta oleh dr Hj Indri dan Pengurus Jhpiego.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hj Sri Indriyani, menjelaskan kegiatan ini untuk membekali para FOKIA dan MKIA menjalankan cara-kerjanya dalam pelaksanaan penyelamatan ibu dan bayi baru lahir yang sesuai prosedur.

Diharapkan para peserta selanjutnya dapat mensosialisasikan kembali bagian-bagian materi berkaitan masyarakat kepada masyarakat. Di antaranya agar para ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilannya ke puskesmas dan mau melahirkan di puskesmas.

“Jangan lagi ada ibu hamil yang melahirkan di dukun atau paraji karena berresiko tinggi untuk keselamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir,” katanya.

Diinformasikan dari 44 puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang kini 40 puskesmas sudah dapat memberikan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Ini sesuai Peraturan Bupati Tangerang No 56 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelayanan Rujukan Kegawat Daruratan Maternal dan Neonatal.

Bila para pengurus FOKIA atau MKAI masih ragu dalam melaksanakan tugasnya, tambah dr Hj Sri Indriyani, dipersilakan melihat Peraturan Bupati Nomor 128 Tahun 2015 yang memuat tata-cara memberikan pelayanan, pendampingan ibu hamil beresiko tinggi, d.l.l.


Bagikan artikel ini